Posted inBlog

Pusisi Jalanan Bagian 1 – Kaca Mobil Dinas Harian

Puisi Jalanan Kumpulan catatan puisi tentang perjalanan, perasaan, dan potongan hidup sehari-hari, ditulis reflektif, jujur, & dekat dengan pengalaman pribadi

Pusisi Jalanan Bagian 1 – Kaca Mobil Dinas Harian

Termenung di sudut kaca belakang,
hari-hari pertamanya di perantauan.
Tiada lagi dilihatnya empang-empang,
serangga yang dulu dianggapnya kawan.

Tangannya mengepal, penuh dendam,
menahan segala guncangan aspal jalan.
Parasnya lantas pucat, keringat tertahan.
Oh, Wulan, rupanya kau mabuk
perjalanan.

-Senin, 31 Juli 2023, di kursi sopir mobil dinas harian-

 

Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin

Full time machine traveller, looking for street food and bitchy beach.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *