Visual Nusantara – Mitsubishi Galant V6 atau bisa juga disebut Galant HIU sering muncul dalam daftar mobil motuba yang “diingat tapi jarang dibahas tuntas”. Banyak orang mengenalnya sebagai sedan besar yang nyaman dan bertenaga, tetapi tidak sedikit pula yang ragu karena embel-embel mesin V6 dan usia yang sudah tidak muda. Keraguan itu wajar, apalagi bagi calon pembeli yang ingin mobil nyaman tanpa ingin repot berlebihan.
Di masanya, Galant V6 bukanlah sedan biasa. Mobil ini diposisikan sebagai sedan menengah ke atas yang menawarkan kenyamanan, kestabilan, dan performa mesin di atas rata-rata mobil Jepang lain. Itulah sebabnya hingga sekarang, masih ada pengguna yang setia memakainya sebagai mobil harian maupun koleksi.
Sejarah Singkat Mitsubishi Galant V6
Mitsubishi Galant memiliki sejarah panjang sebagai sedan andalan Mitsubishi sejak era 1960-an. Namun, nama Galant V6 mulai mendapat perhatian khusus ketika Mitsubishi menghadirkan varian bermesin enam silinder pada generasi Galant era 1990-an. Di masa itu, penggunaan mesin V6 pada mobil Jepang masih tergolong eksklusif dan identik dengan segmen menengah ke atas.
Rekomendasi mobil motuba Galant V6 diposisikan sebagai versi yang lebih “dewasa” dan premium dibanding Galant bermesin 4 silinder. Mesin V6 hadir untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan sedan dengan tenaga lebih besar, suara mesin lebih halus, serta kenyamanan lebih baik untuk perjalanan jarak jauh. Ini juga menjadi cara Mitsubishi bersaing langsung dengan sedan mapan lain seperti Toyota Camry dan Honda Accord di kelas yang sama.
Di Indonesia, Galant V6 dikenal sebagai mobil pejabat, eksekutif, dan pengguna yang mengutamakan kenyamanan dibanding gaya sporty. Pada masanya, mobil ini bukan pilihan murah. Harga barunya tergolong tinggi dan perawatannya memang ditujukan untuk pemilik yang siap menjaga mobil secara rutin.
Desain Eksterior dan Interior
/photo/2021/06/11/galant-ivan-7jpg-20210611062300.jpg)
Desain sedan era 90-an
Mitsubishi Galant V6 membawa ciri khas sedan 90-an yang tegas dan rapi. Garis bodinya cenderung lurus dan proporsional, tanpa lekukan berlebihan. Desain seperti ini membuat Galant V6 terlihat “matang” dan tidak cepat terasa kuno, bahkan hingga sekarang.
Kesan elegan dan sporty
Walau berkarakter sedan nyaman, Galant V6 tetap memiliki sentuhan sporty. Bentuk kap mesin yang panjang, bodi yang lebar, serta postur yang rendah memberi kesan stabil dan percaya diri di jalan. Ini bukan mobil yang terlihat agresif, tetapi justru tenang dan berwibawa—sesuai dengan karakter penggunanya.
Dimensi dan proporsi bodi
Galant V6 tergolong sedan berukuran besar untuk standar mobil Jepang pada masanya. Proporsi bodinya terasa pas: tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek, dan terlihat “penuh”. Di jalan tol atau parkiran, mobil ini punya kehadiran yang jelas, tanpa terlihat berlebihan.
Layout dashboard dan material
Masuk ke dalam kabin, nuansa 90-an langsung terasa. Layout dashboard Galant V6 dibuat simpel dan fungsional, dengan tombol-tombol yang mudah dijangkau. Material interior didominasi plastik tebal dan beberapa bagian soft-touch, yang pada zamannya tergolong berkualitas dan awet jika dirawat.
Ruang kabin dan kenyamanan penumpang
Salah satu keunggulan Galant V6 ada di ruang kabin. Legroom depan dan belakang terasa lega, bahkan untuk penumpang dewasa. Joknya empuk dan posisi duduk nyaman, cocok untuk perjalanan jauh. Ini tipe mobil yang membuat pengemudi dan penumpang tidak cepat lelah.
Fitur bawaan pada zamannya
Untuk ukuran mobil era 90-an, fitur Galant V6 tergolong lengkap. Power window, power mirror, AC yang dingin, hingga beberapa fitur kenyamanan lain sudah tersedia. Memang tidak bisa dibandingkan dengan mobil modern, tetapi pada masanya, fitur-fitur ini sudah mencerminkan kelas dan harga mobil tersebut.
Spesifikasi Mesin dan Transmisi
Tipe mesin V6 yang digunakan
Mitsubishi Galant V6 dibekali mesin V6 naturally aspirated, yang pada masanya menjadi nilai jual utama. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan putaran yang halus dan stabil, bukan sekadar mengejar tenaga instan. Karakter seperti ini sangat terasa saat mobil digunakan untuk perjalanan jauh atau melaju konstan di jalan tol.
Kapasitas mesin dan tenaga
Di Indonesia, Galant V6 umumnya menggunakan mesin berkapasitas sekitar 2.5 liter V6. Tenaga yang dihasilkan tergolong besar untuk mobil Jepang era 90-an, cukup untuk membawa bodi besar Galant dengan santai tanpa terasa berat. Akselerasinya tidak meledak-ledak, tetapi terasa kuat dan konsisten saat pedal gas diinjak lebih dalam.
Pilihan transmisi (manual / otomatis)
Galant V6 tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis, meski versi otomatis lebih sering ditemui di pasaran. Transmisi otomatisnya dirancang untuk kenyamanan, dengan perpindahan gigi yang halus. Untuk penggunaan harian yang santai, transmisi ini terasa sangat cocok dengan karakter mesinnya.
Karakter mesin saat dikendarai
Saat dikendarai, mesin V6 Galant terasa halus dan minim getaran, bahkan di putaran rendah. Suara mesin cenderung tenang, tidak kasar, dan baru terdengar jelas saat rpm tinggi. Ini adalah tipe mesin yang membuat pengemudi merasa rileks, bukan terpancing untuk berkendara agresif.
Performa Berkendara
Akselerasi dan tenaga
Mobil Motuba terbaik Mitsubishi Galant V6 menawarkan akselerasi yang terasa halus dan bertenaga, bukan tipe hentakan cepat seperti mobil kecil bermesin ringan. Tenaganya keluar secara bertahap namun konsisten, membuat mobil ini terasa percaya diri saat menyalip atau saat dibawa melaju di kecepatan menengah hingga tinggi. Untuk ukuran sedan besar dan tua, performanya masih terasa “cukup lebih” jika kondisinya sehat.
Handling dan stabilitas
Dengan bodi yang lebar dan wheelbase yang panjang, Galant V6 terasa stabil saat melaju kencang. Mobil ini tidak lincah seperti hatchback, tetapi justru unggul dalam rasa aman dan tenang. Setirnya terasa mantap, dan mobil tidak mudah limbung, terutama di jalan lurus atau tikungan panjang.
Kenyamanan suspensi
Suspensi Galant V6 disetel untuk kenyamanan. Bantingannya empuk dan mampu meredam jalan bergelombang dengan baik. Ini tipe mobil yang “memanjakan”, bukan mengajak pengemudi merasakan setiap detail permukaan jalan. Bagi banyak orang, karakter suspensi seperti ini justru menjadi nilai utama, apalagi untuk perjalanan jauh.
Konsumsi Bahan Bakar
Membahas Mitsubishi Galant V6 tanpa menyinggung konsumsi BBM rasanya tidak jujur. Dalam penggunaan nyata, Galant V6 memang bukan mobil yang irit. Untuk pemakaian dalam kota, konsumsi BBM umumnya berada di kisaran 6–8 km/l, tergantung kondisi mesin dan gaya berkendara. Di luar kota atau jalan tol dengan kecepatan stabil, angkanya bisa membaik di kisaran 9–11 km/l.
Angka ini wajar untuk sedan bermesin V6 dengan bodi besar dari era 90-an. Selama ekspektasi sejak awal sudah realistis, konsumsi BBM Galant V6 sebenarnya masih bisa diterima.
Kelebihan & Kekurangan Mitsubishi Galant V6
Kenyamanan berkendara
Salah satu alasan utama orang masih melirik Galant V6 adalah kenyamanannya. Suspensi empuk, kabin senyap, dan posisi duduk yang santai membuat mobil ini sangat enak digunakan untuk perjalanan jauh. Galant V6 terasa seperti mobil yang “tidak capek diajak jalan”, baik untuk pengemudi maupun penumpang.
Performa mesin
Mesin V6 memberikan tenaga yang halus dan konsisten. Akselerasi terasa ringan tanpa harus memaksa mesin bekerja keras. Karakter ini sangat cocok untuk penggunaan santai dan cruising, bukan balap atau kebut-kebutan. Bagi sebagian orang, rasa halus inilah yang sulit ditemukan di mobil bermesin kecil.
Kualitas build
Galant V6 dibuat pada era ketika mobil Jepang masih sangat memperhatikan kekuatan rangka dan material. Pintu terasa berat, bodi solid, dan banyak komponen terasa “tebal”. Jika unitnya masih terawat, kualitas ini masih sangat terasa meski usia mobil sudah puluhan tahun.
Konsumsi BBM
Ini adalah kompromi paling jelas. Galant V6 memang boros jika dibandingkan mobil bermesin kecil. Untuk penggunaan harian di kota dengan lalu lintas padat, konsumsi BBM bisa terasa berat di kantong jika tidak diperhitungkan sejak awal.
Kompleksitas mesin V6
Mesin V6 secara alami lebih kompleks dibanding mesin 4 silinder. Jumlah komponen lebih banyak, ruang mesin lebih padat, dan pengerjaan servis tertentu membutuhkan mekanik yang paham. Ini bukan mobil yang cocok ditangani sembarang bengkel tanpa pengalaman.
Potensi masalah umum karena usia
Usia mobil yang sudah tua membuat beberapa masalah wajar muncul, seperti sistem pendingin, selang-selang, sensor, dan kelistrikan. Bukan karena Galant V6 buruk, tetapi karena faktor umur yang tidak bisa dihindari.
Biaya perawatan dibanding mesin 4-silinder
Dibanding sedan 4 silinder Jepang, biaya perawatan Galant V6 jelas lebih tinggi. Bukan berarti mahal secara ekstrem, tetapi membutuhkan komitmen. Mobil ini lebih cocok untuk pemilik yang siap merawat, bukan sekadar ingin “pakai sampai rusak”.
Ketersediaan Spare Part dan Bengkel
Ketersediaan spare part (ori, OEM, aftermarket)
Untuk ukuran mobil lawas bermesin V6, ketersediaan spare part Mitsubishi Galant V6 masih tergolong aman. Part fast moving seperti kampas rem, filter, belt, hingga komponen kaki-kaki relatif mudah ditemukan, baik versi original, OEM, maupun aftermarket. Namun untuk beberapa part spesifik mesin V6, terkadang perlu sedikit usaha lebih, seperti inden atau mencari penjual tertentu. Ini hal yang wajar untuk mobil dengan usia di atas 20 tahun.
Bengkel umum vs bengkel spesialis
Servis ringan masih bisa ditangani bengkel umum yang berpengalaman. Namun untuk pekerjaan mesin yang lebih dalam, bengkel spesialis Mitsubishi atau bengkel yang terbiasa menangani mesin V6 akan jauh lebih aman. Bukan soal mahal, tetapi soal ketepatan diagnosa dan hasil kerja yang rapi.
Peran komunitas Galant
Komunitas Galant punya peran besar dalam menjaga mobil ini tetap hidup. Dari rekomendasi bengkel, referensi spare part, hingga sharing masalah dan solusi, komunitas sering kali menjadi “penyelamat” bagi pemilik baru. Bagi pemula, bergabung dengan komunitas sangat disarankan agar tidak belajar sendirian.
Biaya Perawatan dan Kepemilikan
Estimasi servis rutin
Servis rutin Galant V6 secara umum masih masuk akal, selama dilakukan tepat waktu. Ganti oli, filter, dan pengecekan dasar tidak berbeda jauh dari sedan lain. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas oli dan interval servis, karena mesin V6 sensitif terhadap perawatan yang asal-asalan.
Komponen yang sering diganti
Beberapa komponen yang biasanya perlu perhatian lebih adalah sistem pendingin (radiator, selang, water pump), kaki-kaki, serta komponen kelistrikan yang mulai menua. Jika pemilik sebelumnya merawat dengan baik, biaya awal bisa ditekan. Jika tidak, pemilik baru perlu menyiapkan dana untuk “menormalkan” kondisi mobil.
Pajak dan biaya tahunan
Pajak tahunan Galant V6 umumnya masih tergolong wajar untuk sedan 90-an. Nilai pajak tentu tergantung daerah dan kondisi surat-surat, tetapi biasanya tidak menjadi beban berat dibanding mobil Eropa di kelas serupa.
Cocok atau tidak untuk pemilik pemula
Galant V6 sebenarnya kurang ideal untuk pemilik yang benar-benar baru mengenal mobil, terutama jika berharap mobil yang irit dan bebas perhatian. Namun bagi pemula yang mau belajar, sabar, dan siap merawat, Galant V6 justru bisa menjadi pengalaman berharga. Mobil ini mengajarkan pentingnya perawatan, pemahaman mesin, dan memilih bengkel yang tepat.
Masalah Umum yang Perlu Diwaspadai
Sebagai mobil yang usianya sudah tidak muda lagi, Mitsubishi Galant V6 tentu memiliki beberapa titik lemah yang perlu diperhatikan. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar calon pemilik datang dengan ekspektasi yang realistis dan bisa menyiapkan langkah pencegahan sejak awal.
Mesin dan sistem pendingin
Masalah paling krusial pada Galant V6 biasanya berkaitan dengan sistem pendingin. Radiator yang sudah tua, selang getas, atau water pump melemah bisa menyebabkan mesin cepat panas. Mesin V6 sangat tidak toleran terhadap overheat, sehingga kondisi ini wajib dicek serius. Kabar baiknya, jika sistem pendingin dirawat dengan benar, mesin Galant V6 dikenal halus dan awet.
Transmisi otomatis
Banyak unit Galant V6 di Indonesia menggunakan transmisi otomatis. Masalah yang sering muncul adalah perpindahan gigi yang terasa lambat atau hentakan, biasanya akibat oli transmisi yang jarang diganti atau usia komponen internal. Ini bukan masalah instan, melainkan akumulasi perawatan yang terlewat. Unit yang rutin dirawat umumnya masih nyaman dipakai hingga sekarang.
Kelistrikan dan sensor
Seiring usia, beberapa sensor dan komponen kelistrikan bisa mulai bermasalah. Gejalanya beragam, dari lampu indikator menyala hingga idle mesin yang tidak stabil. Ini lebih ke faktor umur, bukan cacat desain. Pendekatannya bukan mengganti semuanya, tetapi melakukan pengecekan bertahap dan mengganti komponen yang benar-benar sudah melemah.
AC dan sistem pendukung
AC Galant V6 terkenal dingin saat kondisi sehat. Namun, kompresor, evaporator, atau seal yang sudah menua bisa menurunkan performa. Banyak pemilik baru kaget karena biaya perbaikan AC terasa mahal, padahal masalahnya akumulasi usia. Jika AC sudah dicek dan diservis dengan benar, kenyamanan kabin bisa kembali seperti semula.
Kesimpulan
Mitsubishi Galant V6 menawarkan kombinasi yang jarang ditemui di mobil Jepang era 90-an: mesin besar yang halus, kabin nyaman, dan karakter berkendara yang tenang. Kualitas build terasa solid, suspensi empuk, dan posisi duduk mendukung perjalanan jauh.
Di sisi lain, konsumsi BBM yang relatif boros, kompleksitas mesin V6, serta potensi masalah akibat usia menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Mobil ini jelas bukan tipe yang bisa dipakai lalu dilupakan.
Galant V6 layak dibeli jika mencari sedan nyaman dengan rasa berkendara berbeda dari mobil harian modern, dan siap merawatnya dengan benar. Jika mendapatkan unit yang sehat dan riwayat perawatannya jelas, Galant V6 bisa menjadi mobil yang sangat memuaskan hingga sekarang.
Namun, jika tujuan utama adalah irit BBM, biaya servis semurah mungkin, dan minim perhatian, maka Galant V6 bukan pilihan yang ideal. Ada mobil lain yang lebih sederhana untuk kebutuhan tersebut.
