Posted inBlog

Puisi Jalanan Bagian 1 – Tanggal Satu

Puisi Jalanan Bagian 1 - Tanggal Satu

Puisi Jalanan Bagian 1 – Tanggal Satu

Kulihat jalan pagi ini agak kosong,
Kantong-kantong mereka pun kembali bolong.
Ah, rupanya ini tanggal satu,
Mereka bergegas melunasi satu per satu.

Gila, mas-mas di depanku makan bakwan
Di atas roda NMAX, pelan di tengah jalan.
Mungkin tak sadar—adalah pilihan
Dari ketidakmungkinan kerja di perantauan.

Sial, pantatku mulai keram.
Pak Bajo bilang ini soal kejujuran
Di balik dunia kelam.
Rasanya tak perlu orasi di atas meja,
Ikut saja denganku duduk
Di atas motor ibu mertua.

Sialan, jarak Bogor–Jakarta tak ada artinya
Dibanding bahu kuli-kuli panggul yang luka
Demi menopang perut keluarganya.

-Selasa, 1 Agustus 2023, di atas motor ibu mertua-

 

Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin

Full time machine traveller, looking for street food and bitchy beach.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *