Puisi Jalanan Bagian 1 – Puisi Hari Libur
Tapi, sebenarnya apa yang kita cari
jika libur hanya dua hari?
Bukankah lebih baik berkaca diri
dari borjuis yang malas bangun pagi?
Katanya hidup cuma sekali,
lantas apa kabar para buruh tani
yang rela reinkarnasi ribuan kali
demi terhidangnya sepiring nasi?
Naif, kita masih terus merengek dan merasa lapar,
menengadah, meratap di depan layar komputer superpintar.
Kita dicap kelas menengah
dengan otak cemerlang bersinar,
rupanya hanya seonggok remah
di bawah mercusuar.
-Selasa, 1 Agustus 2023
di lorong tangga televisi nasional-
Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin
