Di Antara Cawang dan Jatinegara
Sepagi itu berangkat, waktu ini rasanya kurang
Padahal langit masih belum benderang
Jutaan mata kosong sudah siap berperang
Bermodal kendara hasil kredit yang usang
Sempit sekali jalan ini
Jarak antarban pun tak lebih dari lima senti
Tapi mengapa semua rela berhenti lagi
Menunggu hijau yang masih mati
Sering kudengar umpatan, bajingan ibu kota
Rupanya benar, ini baru antara Cawang dan Jatinegara
Bahkan menahan rasa berak saja tak bisa
Bertaruh nyawa demi hampa
Kejar-kejaran soal isu nasional
Seakan tutup mata atas kebijakan lokal yang sompral
Wahai tikus-tikus rakus nan amoral
Semoga kalian membusuk dalam reruntuhan objek vital
-Rabu, 2 Agustus 2023
Dihimpit macetnya Cawang–Jatinegara-
Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin
