Posted inBlog

Puisi Jalanan Bagian 1 – Di Antara Cawang dan Jatinegara

Puisi Jalanan Bagian 1 - Di Antara Cawang dan Jatinegara

Di Antara Cawang dan Jatinegara

Sepagi itu berangkat, waktu ini rasanya kurang
Padahal langit masih belum benderang
Jutaan mata kosong sudah siap berperang
Bermodal kendara hasil kredit yang usang

Sempit sekali jalan ini
Jarak antarban pun tak lebih dari lima senti
Tapi mengapa semua rela berhenti lagi
Menunggu hijau yang masih mati

Sering kudengar umpatan, bajingan ibu kota
Rupanya benar, ini baru antara Cawang dan Jatinegara
Bahkan menahan rasa berak saja tak bisa
Bertaruh nyawa demi hampa

Kejar-kejaran soal isu nasional
Seakan tutup mata atas kebijakan lokal yang sompral
Wahai tikus-tikus rakus nan amoral
Semoga kalian membusuk dalam reruntuhan objek vital

-Rabu, 2 Agustus 2023
Dihimpit macetnya Cawang–Jatinegara-

 

Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin

Full time machine traveller, looking for street food and bitchy beach.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *