Posted inBlog

Puisi Jalanan Bagian 1 – Betapa

Puisi Jalanan Bagian 1 - Betapa

Betapa

Coba lihat, betapa mereka rela bangun lebih pagi dari matahari
Coba lihat, betapa mereka rela tidur lebih awal dari malam hari
Coba lihat, betapa pipi mereka lebih kering dari aspal Pondok Gede
Coba lihat, betapa santai mereka duduk di atas terpal caleg DPRD

Betapa murah hati mereka saat kau tawar hasil buminya?
Betapa rela mereka menukar nilai pasar agar tak ada lapar di dapur saudaranya?
Ini bukan hanya soal komoditas, tapi jelas ini realitas
Maka seharusnya tak ada alasan untuk sebutir pun nasi bersisa di piring kertas
Berbahagialah untukmu yang sudah tak lagi tidur di atas rajutan kasur kapas

Demi mereka yang menukar nasibnya demi sekepal kusut uang kertas

Aku cucu nenek si tukang sayur
Aku cucu kakek di kios burung
Aku anak ibu pedagang warung
Aku adalah anak bapak guru yang semoga hajinya mabrur

-Bogor, 13 Agustus 2023
Di sudut dipan jati Belanda-

Full time machine traveller, looking for street food and bitchy beach.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *