Visual Nusantara – Kepastian kedatangan John Herdman ke Indonesia menjadi titik awal babak baru Timnas Indonesia. Pelatih anyar Skuad Garuda itu dijadwalkan menginjakkan kaki di Tanah Air pada Senin, 12 Januari 2026, sekaligus menandai dimulainya proses transisi besar pasca kegagalan Indonesia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Herdman, yang resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih kepala, datang dengan ekspektasi tinggi. Publik menanti langkah konkret juru taktik asal Inggris tersebut dalam membenahi fondasi tim nasional, terutama di tengah kalender kompetisi internasional yang cukup padat sepanjang 2026.
Meski target tampil di Piala Dunia belum tercapai, PSSI menegaskan fokus Timnas Indonesia kini bergeser pada konsistensi prestasi di level Asia, regenerasi pemain, serta pembangunan jangka panjang. Situasi ini membuat kehadiran Herdman menjadi sangat krusial sejak hari pertama.
John Herdman Datang ke Jakarta, PSSI Siapkan Pengenalan Resmi
Kepastian jadwal kedatangan John Herdman disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Ia memastikan pelatih berusia 50 tahun tersebut akan tiba di Jakarta sesuai agenda yang telah disepakati.
“John Herdman datang tanggal 12 Januari (2026),” ujar Sumardji kepada awak media, dikutip Jumat (9/1/2026).
Menariknya, Herdman akan datang tanpa membawa staf kepelatihan asing pada kunjungan perdananya. Menurut Sumardji, agenda awal Herdman masih berfokus pada koordinasi internal dengan PSSI dan pengenalan lingkungan sepak bola Indonesia.
Federasi juga telah menyiapkan agenda perkenalan resmi kepada publik dan media yang rencananya digelar pada hari yang sama.
“Ya, tanggal 12 (pengenalan John Herdman ke publik). Jika ada perubahan tanggal, nanti akan diinfokan kembali,” tambah Sumardji.
Kehadiran langsung Herdman sejak awal dinilai penting agar proses adaptasi berjalan cepat, mengingat waktu persiapan yang terbatas menuju agenda internasional berikutnya.
Gantikan Patrick Kluivert, Herdman Bawa Rekam Jejak Global
PSSI secara resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Ia menggantikan Patrick Kluivert, yang masa kontraknya bersama PSSI berakhir pada Oktober 2025 setelah rangkaian agenda internasional rampung.
Pemilihan Herdman didasarkan pada pengalaman panjangnya di sepak bola internasional. Namanya mencuat saat sukses membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, sebuah pencapaian bersejarah bagi negara tersebut.
Tak hanya di sektor putra, Herdman juga memiliki pengalaman melatih Timnas Putri Kanada pada Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011.
Herdman telah mempelajari karakter sepak bola Indonesia sebelum menerima tawaran PSSI. Hal ini memberi sinyal positif bahwa ia tidak datang secara instan tanpa persiapan.
Pengalaman lintas sektor dan pendekatan struktural Herdman diharapkan mampu memberi perspektif baru dalam membangun Timnas Indonesia secara berkelanjutan.
Jadwal Timnas Indonesia 2026 dan Tantangan Awal Herdman
Sepanjang 2026, Timnas Indonesia diproyeksikan menghadapi sejumlah agenda penting. Berdasarkan kalender FIFA, laga FIFA Matchday akan berlangsung pada periode Maret, Juni, September, Oktober, dan November 2026.
PSSI berencana memanfaatkan jendela tersebut untuk laga uji coba internasional dan peningkatan peringkat FIFA.
Selain FIFA Matchday, Timnas Indonesia juga dijadwalkan mengikuti turnamen regional ASEAN serta persiapan menuju agenda kualifikasi Asia berikutnya. Agenda ini menuntut Herdman segera memahami komposisi pemain, baik yang berkompetisi di Liga 1 maupun pemain diaspora yang merumput di luar negeri.
PSSI juga menetapkan sejumlah ketentuan penting, termasuk kewajiban Herdman untuk tinggal di Indonesia selama masa kontrak. Selain itu, ia diminta melibatkan pelatih lokal dalam struktur kepelatihan nasional guna memastikan transfer ilmu berjalan optimal.
Kebijakan ini sejalan dengan keberhasilan pelatih lokal Nova Arianto, yang baru saja mengantar Timnas U-17 Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2025.
Dengan jadwal padat, tekanan publik, dan ekspektasi tinggi, John Herdman langsung dihadapkan pada tantangan besar sejak kedatangannya. Namun, pengalaman internasional dan dukungan federasi menjadi modal awal bagi sang nakhoda baru untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi di masa mendatang. (RM)
