Tenggelam
Rasa-rasanya aku pernah menggenggam
Sebutir keberanian dalam kepalan
Satu per satu kuucap dalam langgam
Mengalir begitu saja dengan rapalan
Aku heran, ke mana perginya diriku yang dulu
Hanya untuk membalas pesanmu, hilang dayaku
Berdiri seluruh bulu kudukku
Melihat dari jauh pesona rupamu
Bandung, Jakarta menjadi tambatan
Bukanku payah dalam pilihan
Detak nadiku masih cukup untuk bertahan
Menanti risau menuju roman picisan
-Bogor, 5 Agustus 2023
Di atas sofa kuning di depan taman—
Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin
