Posted inBlog

Puisi Jalanan Bagian 1 – Tenggelam

Puisi Jalanan Bagian 1 - Tenggelam

Tenggelam

Rasa-rasanya aku pernah menggenggam
Sebutir keberanian dalam kepalan
Satu per satu kuucap dalam langgam
Mengalir begitu saja dengan rapalan

Aku heran, ke mana perginya diriku yang dulu
Hanya untuk membalas pesanmu, hilang dayaku
Berdiri seluruh bulu kudukku
Melihat dari jauh pesona rupamu

Bandung, Jakarta menjadi tambatan
Bukanku payah dalam pilihan
Detak nadiku masih cukup untuk bertahan
Menanti risau menuju roman picisan

-Bogor, 5 Agustus 2023
Di atas sofa kuning di depan taman—

 

Kumpulan puisi jalanan soal hidup, konflik batin, keresahan kelas pekerja, romantisasi, dan kritik sosial, ditulis secara mentah, dan personal – Ahmad Imanuddin

Full time machine traveller, looking for street food and bitchy beach.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *