Posted inSepakbola / Sports

Michael Carrick Bikin Geger di MU! Baru Seminggu Menjabat, Langsung Lakukan Hal yang “Dihindari” Ruben Amorim

Michael Carrick Bikin Geger di MU! Baru Seminggu Menjabat, Langsung Lakukan Hal yang “Dihindari” Ruben Amorim

Visual Nusantara – Kehadiran pelatih baru biasanya dinilai dari kemenangan, taktik, atau transfer besar. Namun di Manchester United, Michael Carrick justru memicu pembicaraan karena hal yang lebih “menusuk”: langkah sederhana yang mempermalukan era sebelumnya tanpa perlu banyak bicara.

Baru hitungan hari menjadi pelatih sementara, Carrick melakukan sesuatu yang selama ini dianggap mulai hilang dari Old Trafford, mendekat ke akar klub, bukan sekadar sibuk membangun citra.

Yang membuat fans semakin panas, tindakan Carrick ini disebut sebagai hal yang tak pernah benar-benar dilakukan Ruben Amorim selama menangani Setan Merah.

Di saat Amorim dikenal kukuh dengan sistem dan filosofinya sendiri, Carrick malah mengambil jalur yang membuat banyak orang bertanya: kenapa pendekatan sesederhana ini tidak dilakukan sejak dulu?

1) Carrick Datang, Akademi Langsung “Disentuh”—Amorim Justru Lewat Begitu Saja

Michael Carrick langsung mencuri perhatian publik Old Trafford hanya dalam hitungan hari sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United. Bukan cuma karena strategi atau hasil di lapangan, Carrick justru melakukan hal yang dianggap bersejarah: menunjukkan dukungan nyata dan terbuka terhadap sistem akademi klub.

Di tengah masa transisi kepemimpinan yang penuh sorotan, langkah ini menjadi sinyal perubahan pendekatan. Jika Amorim lebih dikenal sebagai pelatih yang teguh pada cara mainnya sendiri, Carrick terlihat lebih memilih mendekat ke identitas Manchester United: pembinaan pemain muda.

Dalam narasi yang berkembang, Ruben Amorim memang pernah menegaskan ingin membangun MU lewat filosofi pribadinya. Namun, pendekatan itu justru membuatnya melewatkan hal penting yang bernilai simbolis—hadir langsung menyaksikan pertandingan akademi.

Walaupun sempat terlihat berjalan kaki di sekitar Carrington untuk memantau latihan, Amorim disebut tidak benar-benar meluangkan waktu menonton laga tim muda selama sekitar satu setengah tahun masa kepemimpinannya.

Bagi sebagian fans, detail ini mungkin terdengar sepele. Namun bagi pemain muda dan staf pembinaan, ketidakhadiran pelatih utama bisa terasa seperti “pintu yang tertutup”.

Sebaliknya, Carrick langsung bergerak cepat. Hanya tujuh hari setelah ditunjuk sebagai pelatih sementara, ia menghadiri pertandingan tim U-21 Manchester United. Ia bahkan terlihat duduk bersama nama-nama penting seperti Steve Holland, Jonathan Woodgate, dan Travis Binnion.

Di tribun, tampak pula Jason Wilcox selaku direktur sepak bola serta Stephen Torpey sebagai kepala akademi. Sementara itu Darren Fletcher juga kembali menjalani perannya sebagai pelatih U-18.

Sekali lagi, di mata luar mungkin hanya formalitas. Tapi bagi internal akademi, itu adalah pesan yang sangat jelas: jalur promosi dari tim muda ke tim utama masih dihargai.

Carrick bahkan dikabarkan berencana berbicara langsung kepada skuad U-21 setelah laga mereka melawan Sporting Lisbon. Sentuhan personal seperti ini jarang terlihat belakangan, terlebih di era yang dipenuhi kritik dan tekanan.

2) Menang 2-0 atas Manchester City: Carrick Langsung Kasih Bukti, Bukan Banyak Alasan

Pendekatan Carrick yang lebih humanis tidak hanya terjadi di luar lapangan. Debutnya bersama Manchester United langsung mendapat ujian paling brutal: laga penuh gengsi melawan Manchester City.

Dan hasilnya mengejutkan. MU tampil disiplin, efisien, dan sukses menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas rival sekota tersebut.

Kemenangan ini terasa seperti pernyataan tegas. Carrick tidak datang dengan “revolusi” yang ribut di media, tetapi membawa sesuatu yang sudah lama dicari fans: ketenangan, keseimbangan, dan struktur yang rapi.

Dalam laga itu, United terlihat lebih solid di lini belakang dan lebih efektif saat memaksimalkan peluang. Tanpa drama berlebihan, Carrick berhasil mengembalikan rasa percaya diri skuad yang sempat limbung.

Kemenangan derby ini juga menjadi suntikan moral besar bagi suporter. Di saat masa depan kursi pelatih belum jelas, Carrick menunjukkan bahwa stabilitas masih mungkin lahir dari pendekatan sederhana: fokus, disiplin, dan tidak mempersulit keadaan.

3) Carrick Paham DNA MU, Amorim Dinilai Kurang Nyatu dengan Kultur Old Trafford

Langkah Carrick yang menyorot akademi juga memperkuat satu isu lama: Manchester United adalah klub yang hidup dari tradisi pemain muda. Bukan hanya soal taktik, tetapi soal kultur dan identitas.

Melansir dari Manchester Evening News, Darren Fletcher sebelumnya juga sempat membela peran akademi dengan lantang dalam konferensi pers. Semangat itu diyakini tetap dijaga Carrick, meski statusnya saat ini hanya sebagai pelatih sementara sampai akhir musim.

Carrick sendiri bukan orang asing di Old Trafford. Ia mencatatkan 464 penampilan bersama Manchester United, sebuah angka yang menegaskan betapa ia paham ruang ganti dan ekspektasi klub.

Sejarah membuktikan, era kejayaan United selalu melibatkan produk akademi—dari generasi Class of ’92 hingga era modern. Akademi bukan sekadar pelengkap, tetapi denyut nadi klub.

Sebaliknya, Ruben Amorim dinilai tidak cukup menyatu dengan kultur tersebut. Ia sempat menuai kritik setelah komentarnya soal beberapa pemain muda dianggap tidak menempatkan mereka dalam konteks yang adil.

Ia pernah menyebut Harry Amass “kesulitan” selama masa peminjaman di Championship, menyoroti Chido Obi yang tak selalu menjadi starter di tim U-21, serta menyebut nama Toby Collyer tanpa konteks jelas. Pernyataan semacam itu membuat sebagian pemain muda merasa kurang dihargai.

Di sinilah Carrick dianggap unggul. Dengan gaya kepemimpinan yang lebih tenang dan terukur, ia dinilai tidak akan menciptakan kontroversi serupa. Alih-alih memicu jarak, Carrick justru memberi sinyal bahwa pemain muda bukan beban melainkan masa depan.

Pada akhirnya, langkah kecil Carrick bisa punya dampak besar. Jika ia konsisten, Manchester United bukan hanya bisa kembali stabil di lapangan, tetapi juga kembali selaras dengan identitas aslinya mulai dari akademi hingga tim utama. (RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *