Visual Nusantara – Di tengah dominasi spiker asing yang membanjiri papan statistik Proliga 2026 sektor putri, Megawati Hangestri Pertiwi muncul sebagai fenomena langka. Ia menjadi satu-satunya pevoli Indonesia yang sanggup menembus jajaran 10 besar top skor, sebuah pencapaian yang mencerminkan kualitas, pengalaman internasional, dan konsistensi yang terasah sejak merantau ke Korea Selatan serta tampil impresif di Proliga musim lalu.
Di saat mayoritas posisi elite daftar pencetak poin dikuasai pemain impor, satu nama lokal justru berdiri tegar. Megawati Hangestri Pertiwi hadir sebagai anomali yang membanggakan, sekaligus simbol perlawanan pemain nasional terhadap dominasi global di Proliga 2026.
Dalam kompetisi yang dipenuhi opposite dan outside hitter asing berpengalaman, keberadaan Megawati di papan atas statistik terasa istimewa. Prestasi ini diraih di tengah jadwal padat dan persaingan ketat, menjadikan konsistensinya sebagai nilai utama.
Julukan “Megatron” kembali menemukan maknanya. Bukan semata karena ledakan poin, melainkan karena kemampuannya menjaga level permainan di bawah tekanan. Pengalaman berkompetisi di Liga Voli Korea Selatan bersama Red Sparks menjadi fondasi penting yang membentuk ketenangan dan ketajaman Megawati di Proliga musim ini.
Sentuhan Korea Selatan dalam Evolusi Permainan Megawati
Performa menonjol Megawati bersama Jakarta Pertamina Enduro bukan hasil instan. Jam terbang internasional yang ia dapatkan di Korea Selatan bersama Red Sparks membentuk mental bertanding yang lebih matang dan disiplin taktik.
Atmosfer kompetisi yang keras, tempo cepat, serta tekanan tinggi di liga Korea membuat Megawati terbiasa mengambil keputusan dalam situasi sulit. Dampaknya terlihat jelas pada ketenangannya saat mengeksekusi serangan, membaca blok lawan, dan konsistensinya sebagai opposite.

Hingga seri kedua Proliga 2026, Megawati telah mengoleksi 56 poin. Catatan tersebut bukan hanya menegaskan perannya sebagai motor serangan Pertamina Enduro, tetapi juga membuktikan bahwa pemain lokal mampu bersaing setara dengan spiker asing.
Menariknya, Megawati bahkan melampaui dua pemain impor di timnya sendiri. Yana Shcherban mencatat 51 poin, sementara Wilma Salas mengoleksi 42 poin. Dalam laga melawan Gresik Phonska Plus, Megawati tetap menjadi tumpuan utama meski mendapat tekanan servis agresif dari lawan.
Papan Atas Padat, Persaingan Makin Ketat
Meski Megawati bersinar secara individu, perjalanan Jakarta Pertamina Enduro belum sepenuhnya mulus. Setelah rangkaian pertandingan seri kedua di Sumut Sport Center, Deli Serdang pada 15–18 Januari 2026, sang juara bertahan harus rela berada di luar empat besar klasemen sementara.
Gresik Phonska Plus Indonesia tampil dominan dengan tiga kemenangan beruntun dan sembilan poin untuk memimpin klasemen. Jakarta Electric PLN Mobile membayangi di posisi kedua dengan delapan poin, diikuti Bandung bjb Tandamata dan Jakarta Popsivo Polwan yang sama-sama mengoleksi dua kemenangan.
Pertamina Enduro mengantongi lima poin, termasuk kehilangan satu poin krusial saat dipaksa bermain lima set melawan Electric PLN di seri pembuka. Kekalahan 1-3 dari Gresik Phonska Plus di pekan kedua semakin menegaskan betapa ketatnya persaingan papan atas musim ini.
Megatron di Antara Raksasa Asing
Dominasi pemain asing masih kentara di daftar top skor putri. Posisi puncak ditempati outside hitter asal Turki milik Jakarta Electric PLN Mobile, Neriman Ozsoy, dengan torehan 111 poin—menjadi satu-satunya pemain yang menembus tiga digit hingga seri kedua.
Celeste Elle Plak, juga dari Electric PLN Mobile, menyusul di peringkat kedua dengan 86 poin. Di tengah dominasi tersebut, Megawati berdiri sendiri sebagai wakil lokal di posisi tujuh besar daftar pencetak angka.
Catatan ini menegaskan peran vital Megawati bagi Pertamina Enduro, sekaligus menjadi cermin kualitas hasil pembinaan pemain nasional. Kontras terlihat jika dibandingkan sektor putra, di mana pemain lokal justru mendominasi, dengan Agil Angga Anggara memimpin daftar top skor putra dengan 48 poin.
Terlepas dari posisi tim di klasemen, kiprah Megawati Hangestri Pertiwi menjadi cerita tersendiri di Proliga 2026. Ia bukan hanya mesin poin, tetapi juga bukti nyata bahwa pengalaman internasional mampu mengangkat level pemain Indonesia untuk bersaing di panggung tertinggi voli nasional. (RM)
